Blog kesehatan berisi segala sesuatu yang berkaitan kondisi yang disebabkan dari tulang belakang dan kasus pasca operasi tulang yang sering terjadi.

Saturday, 23 September 2017

Operasi Kaki Panjang Sebelah

   
 Dalam kasus patah tulang yang terjadi di masyarakat ada 2 (dua) kemungkinan yaitu (1) setelah terjadi kecelakaan langsung dibawa ke rumah sakit dan dilakukan tindakan operasi, (2) kejadian beberapa saat baru dilakukan tindakan operasi atau biasa disebut old fracture. Setiap kejadian yang berbeda maka langkah yang diambil oleh dokter spesialis bedah tulang juga akan berbeda meski pada akhirnya sama-sama dilakukan tindakan operasi. Dalam penulisan ini akan disajikan penanganan patah tulang pada kasus lama (old fracture) sebelum akhirnya dilakukan tindakan operasi pemasangan implant (platina/pen/logam) pada tulang yang patah.
     Kasus patah tulang yang sudah terjadi beberapa saat (old fracture) biasanya akan terjadi perbedaan panjang tungkai (kaki) dari pasien karena setelah tulang patah maka akan terjadi geseran pada lokasi tulang tersebut sehingga ujung tulang yang patah (fragmen tulang) akan saling tumpang tindih/bergeser/over lap karena adanya tarikan otot dari tungkai yang bersangkutan. Sebelum dilakukan pemasangan pen maka dilakukan terlebih dahulu pemanjangan tulang agar setelah dilakukan pemasangan pen panjang ke dua tungkai tetap sama panjangnya. Langkah pertama adalah dilakukan operasi untuk memisahkan tulang yang over lap dan dilakukan penarikan menggunakan beban tertentu dan dilakukan penambahan beban secara berkala hingga tercapai panjang tungkai yang diharapkan seperti pada foto dibawah ini :




     Langkah kedua setelah tercapai panjang tungkai yang diharapkan adalah dilakukan pemasangan implant, bisa menggunakan IMN (Intra Medullar Nail) atau Plate and screw. Selesai pemasangan implant maka latihan yang harus dilakukan adalah mulai duduk setelah 24 jam dari operasi, duduk bisa dilakukan dengan kaki lurus diatas bed dilanjutkan duduk di tepi bed (tempat tidur) sesuai toleransi pasien. Hari selanjutnya dilakukan latihan berdiri di tepi bed dengan berpegangan alat bantu bisa berupa walker atau kruk dengan kondisi kaki yang dioperasi menggantung/ tidak menumpu (Non weight bearing). Hari selanjutnya latihan jalan menggunakan kruk/walker dengan kaki yang dioperasi tetap posisi menggantung (Non weight bearing) dengan jarak tempuh sesuai toleransi pasien. 




Share:

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Definition List

Contact

Pages

Support