Blog kesehatan berisi segala sesuatu yang berkaitan kondisi yang disebabkan dari tulang belakang dan kasus pasca operasi tulang yang sering terjadi.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, 19 June 2019

Punggung dan Pinggang Nyeri Untuk Membungkuk

Nyeri Punggung dan Pinggang Untuk Gerakan Membungkuk


        Tidak jarang orang mengeluh ada rasa nyeri pada punggung untuk melakukan gerakan tertentu yang melibatkan gerakan punggung, misal : gerakan membungkuk (seperti gerakan ruku' pada sholat), gerakan memutar badan seperti mengambil benda di belakang saat duduk mengemudi mobil, gerakan dari tidur ke posisi duduk. Bahkan jika rasa nyeri tersebut sangat tajam saat menarik nafas juga merasakan nyeri hingga seolah-olah seperti sesak nafas (nafas menjadi pendek). Nyeri pada punggung ini disebabkan adanya ketegangan otot punggung yang berlebihan (spasme) yang diakibatkan adanya cidera pada otot punggung tersebut, bahkan rasa nyeri itu bisa menjalar hingga ke pinggang.


       Yang menjadikan otot punggung menjadi tegang (spasme) bisa diakibatkan oleh berbagai macam faktor pemicu, diantaranya adalah posisi saat  bekerja yang kurang tepat, mengangkat benda dengan posisi yang tidak benar, melakukan olahraga yang berlebihan sehingga otot menjadi lelah (over used), kurang pemanasan sebelum olahraga, adanya benturan/pukulan pada area tersebut, cidera syaraf, cidera tulang punggung, otot terulur melebihi batas toleransi (over stretch) karena gerakan yang berlebihan dll.

               Jika sudah terjadi cidera ini maka langkah yang harus kita lakukan adalah 
  1. Segera hentikan semua aktifitas yang sedang kita lakukan
  2. Rebahkan badan pada permukaan yang datar
  3. Berikan kompres dingin pada area yang terasa nyeri
  4. Segera hubungi dokter/fisoterapis/tenaga kesehatan untuk mendapatkan pertolongan pertama
  5. Jangan diberikan sesuatu yang hangat/panas (balsam, kompres air hangat, koyo, jahe dll)
  6. Untuk penanganan lebih lanjut sebaiknya segera hubungi fisioterapis terdekat di kota Anda.
Untuk pertolongan pertama bisa dilakukan beberapa gerakan sbb :
  1. Badan posisi merangkak dengan ke-2 tangan dan ke-2 lutut sebagai tumpuan lalu gerakkan pantat ke arah tumit hingga menyentuh tumit (semampunya)
  2. Badan posisi merangkak dengan ke-2 tangan dan ke-2 lutut sebagai tumpuan lalu gerakkan punggung ke atas dan kebawah bergantian.
  3. Badan tengkurap, ke dua siku menyangga tubuh hingga dada terangkat dari lantai
Lakukan 3 gerakan tersebut secara perlahan dan bergantian hingga rasa nyeri berkurang.

     Cidera punggung seperti ini juga pernah dialami oleh salah seorang atlet MMA (Mixed Martial Art) yang pernah menjadi juara di kelas bantam yaitu Abro 'The Black Komodo" Fernandes. Dan setelah dilakukan tindakan fisioterapi sebanyak 2x hasilnya sangat memuaskan karena sudah bisa kembali berlatih untuk menghadapi pertandingan yang hanya tersisa waktu 2 minggu lagi.

 Untuk langkah penanganan lebih lanjut segera hubungi fisoterapis Anda agar bisa dilakukan tindakan terapi hingga tuntas atau bisa kontak kami via telp/WA di 081802500027. Terima kasih.










Share:

Wednesday, 22 May 2019

Operasi Menyatukan Sendi Bahu

Operasi Penyatuan Sendi Bahu
( Arthrodesis Shoulder Joint )



Arthrodesis adalah istilah yang digunakan dalam dunia medis berupa tindakan bedah untuk menyatukan dua ujung sendi dengan tujuan mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri yang terjadi pada tulang atau sendi

Arthrodesis dilakukan jika sendi rusak sehingga menyebabkan rasa nyeri yang terus menerus dan tidak tertahankan sehingga mengakibatkan aktifitas fungsional pasien menjadi terbatas atau bahkan terganggu oleh rasa nyeri itu sehingga menyebabkan kualitas hidup menjadi berkurang ( M Iddulhaq).

Pada artikel ini pasien yang mengalami tindakan pembedahan arthrodesis adalah pasien yang mengalami kecelakaan 5 tahun yang lalu dan sendi bahu kanan merasakan nyeri terus menerus meskipun sudah dilakukan tindakan fisioterapi bahkan minum obat anti nyeri. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan foto rontgen terlihat sendi bahu kanan ada kerusakan sehingga menyebabkan adanya radang sendi (arthritis) dan juga telah terjadi keropos tulang (porotik) yang membentuk sendi bahu.

Sebelum tindakan operasi pasien akan dilakukan pembiusan total (general anaestesi) dan setelah selesai operasi pasien akan di pindahkan ke ruang sadar terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi tanda vital (vital sign) berupa tekanan darah, denyut nadi, pernafasan, perdarahan pasca operasi. Setelah semua tanda vital pasien stabil maka langkah selanjutnya pasien dipindahkan ke ruang rawat inap sesuai kelasnya.

Saat pasien berada di ruang rawat inap akan ada petugas yang memberitahu apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, diantaranya adalah fisioterapis yang memberikan latihan berupa gerakan yang harus dilakukan pada sendi yang tidak dioperasi (sendi siku, sendi pergelangan tangan, jari tangan). Posisi bahu pasien pada operasi ini adalah sedikit membuka sekitar 45 derajat (abduksi 45 derajat) dan lengan disangga dengan kain penyangga lengan (arm sling) dengan maksud mengurangi beban sendi bahu yang tertarik gravitasi bumi saat dalam posisi duduk maupun berdiri dan berjalan. Pasien tidak boleh menggerakkan sendi bahu sama sekali karena sedi bahu sudah dilakukan pemasangan alat berupa besi implan (plate and screw) yang bertujuan untuk menyatukan sendi bahu. Posisi bahu sedikit membuka 45 derajat ke samping dengan tujuan memudahkan gerakan fungsional utama tangan kanan yaitu gerakan mandiri yang mengarah ke perawatan diri dan gerakan untuk makan (mengarah ke mulut). 

Hari kedua setelah operasi pasien diperbolehkan duduk dengan mandiri atau dengan bersandar dan jika tidak merasakan pusing atau mual bisa dilanjutkan duduk di tepi tempat tidur. Bahkan jika pasien sudah tidak ada keluhan maka boleh berdiri dan berjalan mandiri meskipun masih ada selang darah pada bahu yang dioperasi  dan masih ada selang infus. 

Hari ketiga setelah operasi kondisi pasien sudah lebih baik lagi dan latihan berupa gerakan-gerakan yang diajarkan fisioterapis pada hari pertama tetap dilakukan dengan hitungan lebih banyak lagi dan bisa berjalan dengan jarak lebih jauh lagi (misal berjalan ke lobi ruang perawatan) 

Pasien diijinkan pulang setelah perdarahan pasca operasi sudah berhenti, obat injeksi lewat infus sudah selesai dan latihan dari fisioterapis sudah mampu dilakukan dengan mandiri.

Demikian tulisan kami pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan jika ada sesuatu hal yang kiranya masih menjadi bahan pertanyaan silahkan hubungi fisioterapis terdekat di kota Anda atau kontak kami melalui telp/SMS/WA 081802500027. Terima kasih.









Share:

Friday, 17 May 2019

Operasi Ganti Tulang Lengan Atas

Total Humerus Resection (THR)


     Anggota gerak manusia secara garis besar hanya ada dua yaitu anggota gerak atas (lengan sampai jari tangan) dan anggota gerak bawah (panggul/pantat sampai jari kaki). Kedua anggota gerak tersebut berperan sangat vital dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan berarti kita mengesampingkan peran anggota tubuh lain. Namun seringkali yang mengalami cidera karena berbagai aktifitas adalah anggota gerak atas dan bawah (tangan dan kaki) karena kedua anggota tersebut memang dominan dalam bergerak dan juga sangat dominan dalam gerakan reflek yang bersifat melindungi tubuh dari kejadian yang berbahaya, misalnya tangan otomatis akan bergerak melindungi wajah jika terjadi benturan yang tiba-tiba, kaki akan bergerak otomatis menyangga tubuh jika kita tiba-tiba akan terjatuh meski dari sepeda motor.

       Dalam artikel ini akan kami sajikan tulisan penggantian tulang lengan atas (humerus) yang disebabkan oleh karena tumor. Pasien ini terkena tumor di lengan atas yang menyebabkan tulang menjadi keropos (porosis) sehingga tulang menjadi rapuh. Oleh dokter dilakukan penggantian tulang lengan atas (humerus) dengan bahan khusus dan berbentuk menyerupai tulang yang asli.

        Tindakan operasi ini dinamakan Total Humerus Resection (Penggantian total tulang lengan atas). Penggantian dilakukan mulai dari ujung tulang (caput humerus) hingga tulang pembentuk sendi siku (Supra condyler humerus). Pasien dilakukan pembiusan total sebelum dilakukan tindakan operasi. Setelah selesai operasi maka pasien berada di ruang sadar hingga tanda vital tubuh (tensi, pernafasan, denyut nadi) menjadi stabil. Selanjutnya pasien akan dipindahkan ke bangsal rawat inap sesuai dengan kelasnya.

       Saat berada di ruang rawat inap pasien akan diberitahu petugas mengenai kondisi saat itu berikut anjuran dan larangan apa saja yang berkaitan dengan kondisi pasca operasi. Fisioterapis juga akan memberikan beberapa saran termasuk latihan yang berkaitan dengan pasca operasi tersebut. Gerakan yang boleh dilakukan setelah operasi Total Humerus Resection adalah pada awalnya diminta untuk menggerakkan jari tangan, pergelangan tangan dan siku dengan mandiri. Untuk sendi bahu boleh dilakukan gerakan yang bersifat statis saja tanpa menggerakkan sendi bahu.

       Hari kedua pasien diperbolehkan duduk selama tidak ada keluhan pusing, mual. Saat duduk khusus untuk lengan yang dioperasi disangga dengan bantal atau diletakkan di atas paha pasien. Saat inilah bahu sudah boleh digerakkan ke segala arah (depan, belakang, samping) sesuai toleransi nyeri dan gerakan ini dibantu oleh fisioterapis. 

       Hari ketiga pasien boleh berdiri dan berjalan tetapi lengan yang dioperasi harus disangga/digendong dengan kain (arm sling). Hari ketiga ini pasien dimulai aktif menggerakkan lengan yang dioperasi ke segala arah sesuai kemampuan dan toleransi nyeri yang berfungsi untuk penguatan otot-otot sekitar lengan dan bahu karena tangan itu harus bisa digunakan mandiri seoptimal mungkin untuk aktifitas fungsional (mengancing baju, mandi, sisir rambut, menggaruk, makan/minum dll).

          Pada kondisi ini tidak ada gerakan kontra indikasi (larangan) seperti yang terjadi pada operasi penggantian sendi panggul (AMP/THR/Bipolar).

       Demikian sedikit tulisan mengenai operasi Total Humerus Resection (Penggantian total tulang lengan atas). Semoga bermanfaat dan kami ucapkan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi blog kami ini. Jika ada sesuatu yang sekiranya menjadi pertanyaan silahkan kontak kami melalui telp/WA di 081802500027. Terima kasih.



Share:

Sunday, 12 May 2019

Operasi Ganti Sendi Siku

TEA (Total Elbow Arthtroplasty)

Ganti sendi siku atau dalam bahasa medis disebut Total Elbow Arthroplasty (TEA) adalah jenis operasi yang bertujuan mengganti sendi siku yang sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi pemasangan pen atau jenis operasi yang lain. Biasanya operasi TEA ini dilakukan pada siku yang terkena tumor, infeksi berat, rematik sendi siku, patah tulang siku yang tulangnya hancur sehingga tidak mungkin untuk dilakukan operasi perbaikan (rekonstruksi).
Operasi TEA ini dilakukan pembiusan total (General Anaestesi) sehingga pasien tidak sadar penuh selama dilakukan operasi. Setelah selesai dari kamar operasi pasien akan dipindahkan ke kamar sadar sebelum dipindahkan ke bangsal rawat inap sesuai dengan kelasnya. Pasien dipindah ke bangsal rawat inap jika dinilai segala tanda vital (vital sign) sudah stabil. Tanda vital diantaranya adalah tensi, denyut nadi, respirasi/pernafasan, darah yang keluar dari sisa operasi (ada selang darah yang fungsinya mengalirkan darah sisa operasi)


Kondisi pasien di bangsal rawat inap

Setalah pasien sampai di bansal rawat inap maka akan dilakukan tindakan fisioterapi sesuai dengan standard masing-masing rumah sakit, biasanya fisioterapis akan datang secepat mungkin menemui pasien di bangsal rawat inap untuk memberikan penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan oleh pasien dan keluarga pasien. Sisa obat bius akan berangsur hilang setelah 24 jam dari operasi dan untuk mempercepat proses pemulihan maka fisioterapi akan memberikan beberapa latihan gerakan terhadap sendi yang dioperasi.


Latihan di kamar rawat inap hari pertama

Latihan atau gerakan yang boleh dilakukan oleh pasien selama dirawat di rumah sakit adalah sebagai berikut :
  1. Menggerakkan jari tangan yang dioperasi (menggenggam dan membuka jari, menggerakkan pergelangan tangan ke segala arah)
  2. Menggerakkan sendi bahu ke segala arah dengan bantuan fisioterapis
  3. Menggerakkan siku yang dioperasi untuk menekuk dan meluruskan siku sesuai toleransi nyeri.
  4. Meskipun masih ada selang darah yang menempel pada sendi siku namun tetap aman untuk dilakukan gerakan pada sendi siku.

Latihan hari kedua setelah operasi

Hari kedua setelah operasi pasien akan diminta untuk mencoba dudu tegak baik dengan bantuan atau dengan mandiri, ini aman dilakukan karena tidak mempengaruhi hasil operasi sendi siku.
Sendi siku yang dioperasi boleh dilakukan gerakkan menekuk dan meluruskan sendi sesuai dengan toleransi nyeri. 
Jika pasien dalam kondisi yang normal (tidak ada hipertensi, tidak ada rasa pusing/mual, tidak ada perdarahan berlebihan pada siku) maka bisa dilanjutkan untuk duduk di tepi tempat tidur bahkan bolah sampai berdiri di samping tempat tidur.


Latihan hari ketiga setelah operasi

Pasien sudah mulai berjalan disekitar tempat tidur bahkan jika kondisi memungkinkan bisa sampai ke kamar mandi yang berada di dalam kamar pasien.
Latihan untuk sisi yang dioperasi (jari tangan, pergelangan tangan, sendi bahu bahkan sendi siku yang dioperasi) harus dilanjutkan setiap hari karena banyak pasien yang tidak tahu dan takut untuk menggerakkan sisi yang dioperasi pada akhirnya ada keterbatasan pada sendi-sendi tangan yang dioperasi. Gerakkan yang diajarkan olah fisioterapis selain untuk mencegah kaku sendi juga berfungsi untuk mengurangi bengkak yang terjadi pada jari tangan dan pergelangan tangan.

Pasien saat berjalan sangat dianjurkan untuk memakai penyangga berupa kain yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Fungsi dari penyangga tangan ini diantaranya untuk melindungi sendi yang dioperasi agar tidak menggantung di sisi tubuh.
Pasien selama dalam fase pemulihan juga dianjurkan untuk menggunakan aktif tangannya untuk gerakkan fungsional yang ringan tanpa mengangkat beban, misalnya untuk mengancingkan baju, menyisir rambut, memegang sendok untuk makan, menggaruk badan, minum menggunakan gelas/botol dll.
Pasien bisa menggunakan tangan yang dioperasi untuk mengangkat benda jika sudah melakukan penguatan otot-otot sekitar siku yang akan di berikan latihannya oleh fisioterapis.

Demikian tulisan yang kami sajikan pada kesempatan kali ini. Silahkan kontak lewat telp/WA 081802500027 jika sekiranya ada pertanyaan. Insya Alloh kami bisa membantu. Terima kasih.








Share:

Saturday, 6 April 2019

Latihan di rumah pasca operasi ganti sendi panggul

Latihan Pasca Operasi Ganti Sendi Panggul Setelah di Rumah


     Pasien yang telah pulang ke rumah setelah operasi ganti sendi panggul (AMP, Bipolar, THR) maka saat berada dirumah sangat diharapkan mampu melakukan aktifitas sehari-hari dengan bantuan seminimal mungkin dari anggota keluarga, misal : berjalan ke teras untuk berjemur, berjalan ke ruang makan, berjalan ke kamar mandi dll. Karena dengan bergerak secara mandiri maka akan membantu proses pemulihan kondisi setelah dilakukan operasi. Dan pasien yang sudah selesai dilakukan operasi maka sebaiknya mematuhi jadwal kontrol ke dokter yang melakukan operasi secara rutin hingga dokter menyatakan sudah tidak perlu kontrol lagi atau dokter biasanya akan mengatakan hanya kontrol saat dirasa ada keluhan saja.

     Setelah diatas 6 minggu dari operasi maka pasien akan dianjurkan untuk latihan menumpu berat badan sebagian (sekitar 10-30 % berat badan) dan akan boleh menumpu 50% berat badan setelah diatas 12 minggu dari operasi, akan tetapi semua itu juga berdasarkan hasil evaluasi dari kontrol rutin yang dilakukan karena kondisi setiap orang berbeda terutama jika usia sudah diatas 50 tahun. (Latihan cara menumpu berat badan 10 %, 30 %, 50 % dan lepas satu tongkat/kruk kami bahas di artikel yang lain.)

     Pada kondisi pasca operasi ini yang sangat berperan penting dalam proses pemulihan kondisi hingga bisa berjalan mandiri tanpa alat bantu adalah otot-otot yang terletak disekitar sendi panggul yang telah dioperasi (otot pantat, otot paha, otot pinggang) yang berfungsi sebagai penguat sendi saat berjalan dan menumpu berat badan 100 %. Banyak pasien yang mengatakan tidak bisa berjalan normal seperti sebelum operasi karena merasa kaki masih sakit, kaki terasa lemah, berjalan tidak bisa tegak alias pincang, masih ada rasa nyeri disekitar sendi yang dioperasi, masih ada rasa nyeri di pantat dll. Semua keluhan itu sangat dipengaruhi oleh kekuatan otot yang belum pulih setelah beberapa minggu tidak digunakan untuk menumpu berat badan karena selama berlatih menggunakan alat bantu (kruk, walker) kaki yang dioperasi tidak untuk menumpu badan sehingga otot-otot menjadi mengecil (athrophy). Hingga diperlukan beberapa latihan yang berfungsi untuk mengembalikan kekuatan otot-otot tersebut.

Latihan untuk otot-otot sekitar sendi panggul (dilengkapi dengan foto) :

  1. Posisi tidur miring dengan kaki yang dioperasi berada diatas. Buka kaki ke atas sekitar 45 derajat atau semampunya. Fungi latihan ini adalah untuk penguatan otot paha samping sisi luar dimana saat kita berjalan maka panggul harus dikunci oleh otot ini agar tidak bergerak/goyang.
  2. Posisi tidur tengkurap. Ada 2 cara yaitu dengan posisi lutut lurus dan lutut ditekuk sekitar 90 derajat. Angkat paha ke atas hingga terangkat dari alas tidur

  3. Posisi terlentang . Ada 2 cara dengan posisi satu lutut ditekuk dan lutut lurus. Lalu angkat kaki yang dioperasi sekitar 45 derajat atau semampunya.



Dari semua latihan diatas sebaiknya dilakukan sesuai dengan kemampuan dan dengan hitungan yang sama untuk setiap posisi (terlentang, miring, tengkurap). 

     Demikian beberapa jenis latihan yang kami sampaikan dalam artikel ini dan semoga bermanfaat.
Bila ada yang kurang jelas silahkan kontak kami via Telp/WA 081802500027. Terima kasih.
Share:

Saturday, 30 March 2019

Latihan menekuk lutut setelah operasi

Latihan Menekuk Lutut Setelah Operasi

     Setiap pasien yang dioperasi di daerah lutut dan sekitarnya maka perlu melakukan beberapa latihan diantara latihan menekuk lutut dengan tujuan agar sendu lutut bisa kembali berfungsi normal seperti sebelum operasi. Akan tetapi latihan yang ditulis di artikel ini ada syaratnya yaitu sendi lutut harus bisa ditekuk sebelum operasi, misalnya operasi lutut karena kecelakaan yang yang mengakibatkan patah tulang tempurung (patella) sehingga dilakukan operasi pada tulang tempurung lutut (patella) atau operasi patah tulang paha bagian bawah (Supra Condyler Femur/SCF) atau bisa juga operasi penggantian sendi lutu (TKR/Total Knee Replacement) dan sebelumnya lutut masih bisa menekuk normal. Sudut lutut ditekuk yang normal adalah sekitar 120-135 derajat (tergantung dari tebalnya lemak, besarnya otot paha dan betis). Akan tetapi ada beberapa jenis operasi pada lutut yang baru bisa latihan menekuk setelah 21 hari karena sebelum 21 hari masih dipasang gips (slab), misalnya operasi ligamen ACL, PCL, MCL, LCL,  operasi meniscus (bantalan sendi). Jadi latihan yang dilakukan dalam artikel ini adalah jenis operasi lutut/sekitar lutut yang tanpa dilakukan pemasangan slab/gips.


Latihan pertama




     Pada umumnya latihan bisa dimulai hari ke-2 setelah operasi. Dimulai dari duduk di tepi tempat tidur dengan lipat lutut (belakang lutut) diletakkan pada tepi tempat tidur sehingga posisi paha tertahan oleh tempat tidur sedangkan lutut sampai jari kaki berada di luar tempat tidur (menggantung). Memang pada tahap ini ada rasa nyeri pada paha depan atau sering kali di lutut, akan tetapi ini adalah wajar karena selain masih ada luka bekas sayatan operasi yang belum kering juga karena lutut yang semula dalam posisi lurus saat berbaring kemudian dilakukan perubahan posisi menjadi menekuk. Biarkan perlahan lutut tertarik gravitasi bumi ke bawah dan turun secara perlahan. Dalam posisi ini bisa dibantu dengan mendorong otot paha ke bawah dengan menggunakan telapak tangan, lakukan dengan perlahan hingga kaki perlahan bergerak turun ke bawah.
Latihan ini bisa dilakukan berulang-ulang tidak harus dalam satu kali, bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari hingga lutut membentuk sudut 90 derajat.









Latihan kedua


     Jika lutut sudah bisa menekuk 90 derajat (duduk di tepi tempat tidur mampu menekuk hingga menempel tepi tempat tidur) maka dilanjutkan dengan latihan selanjutnya dengan posisi berbaring terlentang. Angkat paha dan lutut (seperti dalam foto)  hingga paha tegak lurus dengan tempat tidur, kemudian kedua tangan pasien memegang paha sedikit ke atas lutut kemudian biarkan lutut menggantung tertarik gravitasi hingga perlahan kaki bergerak menuju ke bawah mendekati tempat tidur, kedua tangan pasien bisa diganti dengan mengikatkan kain (selimut, karet dll) pada paha (seperti pada foto) sehingga kedua tangan pasien bebas melakukan aktifitas (pegang HP, baca buku dll) dan biarkan kaki turun ke bawah secara perlahan semaksimal mungkin.



Latihan ketiga

     Jika lutut sudah maksimal dengan latihan kedua maka bisa dilanjutkan latihan tahap terakhir dengna posisi tidur tengkurap. Dalam posisi tengkurap ini lutut ditekuk semaksimal mungkin lalu tangan pada sisi kaki yang ditekuk memegang pergelangan kaki dan ditarik ke arah pantat semaksimal mungkin. Lakukan perlahan dan secara bertahap hingga didapatkan hasil yang maksimal


Semua jenis latihan diatas dilakukan secara bertahap dan teratur karena sendi serta otot tidak bisa terulur dengan seketika jadi lakukan latihan dengan sungguh-sungguh setiap hari karena jika dalam kurun waktu tertentu lutut tidak bisa menekuk maksimal maka lutut akan menjadi lebih sulit untuk dilatih menekuk bahkan ada resiko menjadi sendi yang terbatas (kaku) .
Jika ada hal yang masih kurang jelas mengenai cara berlatih di atas silahkan hubungi kami di 081802500027. Terima kasih
















Share:

Saturday, 9 December 2017

Manfaat Kerokan (Pengobatan Tradisional ala Indonesia)

Pengobatan Tradisional Asli Indonesia Yang Sangat Bermanfaat


     Kerokan adalah istilah yang digunakan masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Cara ini (kerokan) sudah dikenal akrab oleh masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa, cara ini sudah dikenal turun temurun entah dari generasi mana yang awalnya menemukan ide ini akan tetapi banyak orang cocok dengan cara pengobatan tradisional ini (termasuk saya). Kebiasaan masyarakat Jawa jika badan terasa meriang (tidak enak badan istilah yang akrab ditelinga kita) seperti menjelang terkena flu atau bahkan jika sudah terserang flu (masuk angin) maka kerokan menjadi salah satu alternatif yang paling sering digunakan karena selain mudah dilakukan juga murah meriah. Alat kerokan adalah sangat sederhana yaitu memakai balsam dan uang koin logam atau ada juga yang menggunakan minyak tanah sebagai gantinya balsam dan uang koin dahulu menggunakan benggol (mata uang kuno) karena tepinya halus. Memang era sekarang sudah ada pengobatan modern menggunakan obat-obatan kimia maupun herbal akan tetapi kerokan tetap menjadi cara tradisional yang tidak lekang oleh jaman.
     Seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta beliau adalah Prof. DR.dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK., MM, MKes. Beliau melakukan penelitian tentang kerokan dilakukan tahun 2003-2005. Istilah masuk angin sebenarnya dalam dunia kedokteran tidak dikenal. Masuk angin adalah istilah yang merujuk pada kondisi perut kembung, kepala pusing, demam, otot nyeri, Kerokan adalah gerakan berulang-ulang (ritmis) yang dilakukan pada permukaan kulit dengan menggunakan alat logam pipih yang tumpul (biasanya menggunakan uang logam) dan menggunakan pelumas sebagai pelicin (balsam, minyak dll). 
     Kegunaan kerokan menurut  Prof. DR.dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK., MM, MKes  adalah :

Tidak Merusak
Beliau menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian yaitu dengan mengerok bagian tangannya lalu dilakukan biopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermis (kulit ari) untuk dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis adapun hasilnya setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak adanya kulit yang rusak atau pembuluh darah yang pecah tapi pembuluh darah hanya melebar. Karena selama ini ada anggapan  dalam darah bertambah, dengan sering melakukan kerokan maka kulit akan rusak, pori-pori kulit melebar atau pembuluh darah pecah. Anggapan ini bertolak belakang dengan hasil penelitian. Melebarnya pembuluh darah akan membuat aliran darah menjadi lancar sehingga pasokan oksigen, kulit ari akan terlepas seperti halnya orang luluran.

Meningkatkan endorfin
Penelitian selanjutnya adalah penelitian biomolekuler yaitu pemeriksaan darah dari orang yang dikerok dan tidak dikerok. Kelompok responden pertama adalah orang yang dikerok sedangkan kelompok kedua orang yang tidak dikerok. Seluruh responden dilakukan pemeriksaan darah. Ada 4 (empat) hal yang diamati yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3. Hasilnya kadar endorfin orang yang dikerok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Endorfin adalah semacam zat penenang yang diproduksi oleh tubuh (morfin alami tubuh). Dengan peningkatan kadar endorfin maka orang merasa nyaman, rasa nyeri berkurang bahkan hilang, tidur lebih pulas, badan terasa lebih segar.

Kadar prostaglandin menurun
Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan mempengaruhi kerja sejumlah hormon.

Jadi jika metode kerokan ini sudah membudaya di sekitar kita maka manfaatnya juga bisa kita rasakan bersama. Selamat kerokan...!!!



Info properti tanah, rumah, kost, villa, dll klik niken3k.blogspot.com












Share:
Powered by Blogger.

Definition List

Contact

Pages

Support