Blog kesehatan berisi segala sesuatu yang berkaitan kondisi yang disebabkan dari tulang belakang dan kasus pasca operasi tulang yang sering terjadi.

Saturday, 9 December 2017

Manfaat Kerokan (Pengobatan Tradisional ala Indonesia)

Pengobatan Tradisional Asli Indonesia Yang Sangat Bermanfaat

     Kerokan adalah istilah yang digunakan masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Cara ini (kerokan) sudah dikenal akrab oleh masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa, cara ini sudah dikenal turun temurun entah dari generasi mana yang awalnya menemukan ide ini akan tetapi banyak orang cocok dengan cara pengobatan tradisional ini (termasuk saya). Kebiasaan masyarakat Jawa jika badan terasa meriang (tidak enak badan istilah yang akrab ditelinga kita) seperti menjelang terkena flu atau bahkan jika sudah terserang flu (masuk angin) maka kerokan menjadi salah satu alternatif yang paling sering digunakan karena selain mudah dilakukan juga murah meriah. Alat kerokan adalah sangat sederhana yaitu memakai balsam dan uang koin logam atau ada juga yang menggunakan minyak tanah sebagai gantinya balsam dan uang koin dahulu menggunakan benggol (mata uang kuno) karena tepinya halus. Memang era sekarang sudah ada pengobatan modern menggunakan obat-obatan kimia maupun herbal akan tetapi kerokan tetap menjadi cara tradisional yang tidak lekang oleh jaman.
     Seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta beliau adalah Prof. DR.dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK., MM, MKes. Beliau melakukan penelitian tentang kerokan dilakukan tahun 2003-2005. Istilah masuk angin sebenarnya dalam dunia kedokteran tidak dikenal. Masuk angin adalah istilah yang merujuk pada kondisi perut kembung, kepala pusing, demam, otot nyeri, Kerokan adalah gerakan berulang-ulang (ritmis) yang dilakukan pada permukaan kulit dengan menggunakan alat logam pipih yang tumpul (biasanya menggunakan uang logam) dan menggunakan pelumas sebagai pelicin (balsam, minyak dll). 
     Kegunaan kerokan menurut  Prof. DR.dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK., MM, MKes  adalah :

Tidak Merusak
Beliau menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian yaitu dengan mengerok bagian tangannya lalu dilakukan biopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermis (kulit ari) untuk dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis adapun hasilnya setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak adanya kulit yang rusak atau pembuluh darah yang pecah tapi pembuluh darah hanya melebar. Karena selama ini ada anggapan  dalam darah bertambah, dengan sering melakukan kerokan maka kulit akan rusak, pori-pori kulit melebar atau pembuluh darah pecah. Anggapan ini bertolak belakang dengan hasil penelitian. Melebarnya pembuluh darah akan membuat aliran darah menjadi lancar sehingga pasokan oksigen, kulit ari akan terlepas seperti halnya orang luluran.

Meningkatkan endorfin
Penelitian selanjutnya adalah penelitian biomolekuler yaitu pemeriksaan darah dari orang yang dikerok dan tidak dikerok. Kelompok responden pertama adalah orang yang dikerok sedangkan kelompok kedua orang yang tidak dikerok. Seluruh responden dilakukan pemeriksaan darah. Ada 4 (empat) hal yang diamati yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3. Hasilnya kadar endorfin orang yang dikerok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Endorfin adalah semacam zat penenang yang diproduksi oleh tubuh (morfin alami tubuh). Dengan peningkatan kadar endorfin maka orang merasa nyaman, rasa nyeri berkurang bahkan hilang, tidur lebih pulas, badan terasa lebih segar.

Kadar prostaglandin menurun
Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan mempengaruhi kerja sejumlah hormon.


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Definition List

Contact

Pages

Support